Daftar Isi Show
| Karakteristik | Detail |
|---|---|
| Genus | Rotala |
| Spesies | Rotala sp. (varietas perdagangan, belum teridentifikasi formal) |
| Keluarga | Lythraceae |
| Asal | Asia Selatan (Sri Lanka) |
| Nama Umum | Rotala Ceylon |
| Kebutuhan Cahaya | Medium–high (±70–140 µmol m⁻² s⁻¹ / PAR) |
| Suhu Optimal | 22–28 °C |
| Laju Pertumbuhan | Sedang–cepat |
| Area Penanaman | Midground – background |
| Tinggi Tanaman | 20–40 cm |
| pH Ideal | 5,5–7,0 |
| Kesadahan Air | GH 2–8 dGH; KH 0–4 dKH |
| Kebutuhan CO₂ | Medium |
| Cara Perbanyakan | Stek batang |
Informasi Tambahan
Rotala sp. ‘Ceylon’ merupakan varietas perdagangan yang dikaitkan dengan wilayah Sri Lanka (Ceylon). Identitas spesies pastinya belum dipublikasikan secara formal, sehingga tetap ditulis sebagai Rotala sp.
Secara morfologi, tanaman ini memiliki batang ramping dengan daun sempit berbentuk lanset hingga linear. Warna daun berkisar dari hijau terang hingga jingga kemerahan pada pucuk, tergantung intensitas cahaya dan stabilitas karbon. Dibanding beberapa Rotala merah lain, karakter warnanya cenderung lebih lembut dan natural.
Dalam aquascape, Rotala Ceylon sering digunakan sebagai massa tanaman bertekstur halus untuk menciptakan transisi warna dari hijau ke merah di area midground atau background. Percabangan yang cukup rapat setelah trimming membuatnya efektif membentuk semak padat.
Habitat alami genus Rotala umumnya berada di tepian sungai, rawa musiman, dan area dangkal dengan fluktuasi tinggi muka air, air lunak, serta cahaya cukup tinggi.
Kebutuhan dan Perawatan
Karakter Pertumbuhan
Rotala Ceylon adalah stem plant dengan pola tumbuh vertikal. Pertumbuhan tergolong sedang hingga cepat ketika cahaya dan nutrisi stabil.
Tanpa pemangkasan, batang akan tumbuh memanjang dengan internode yang semakin renggang, terutama di bawah cahaya rendah. Trimming rutin merangsang munculnya tunas lateral dan meningkatkan densitas rumpun.
Cahaya
Kategori: medium–high
Rentang optimal berada pada ±70–140 µmol m⁻² s⁻¹ (PAR).
Pada kisaran medium (±70–90 µmol m⁻² s⁻¹), tanaman tumbuh stabil dengan warna hijau kekuningan hingga jingga ringan. Pada intensitas lebih tinggi (>100 µmol m⁻² s⁻¹), pigmentasi merah lebih jelas dan internode lebih pendek.
Cahaya terlalu rendah (<60 µmol m⁻² s⁻¹) menyebabkan batang memanjang dan warna cenderung hijau pucat.
CO₂ dan Karbon
Kategori: medium
Rotala Ceylon masih dapat tumbuh tanpa injeksi CO₂, namun laju pertumbuhan menurun dan struktur batang menjadi kurang kompak.
Dengan injeksi CO₂ stabil (sekitar 20–30 ppm), pertumbuhan lebih cepat, percabangan aktif, dan warna lebih konsisten. Tanaman ini relatif lebih toleran dibanding varietas Rotala merah yang sangat demanding.
Nutrisi
Sebagai tanaman batang aktif, Rotala Ceylon memerlukan suplai makronutrien dan mikronutrien yang seimbang.
Nitrat yang cukup menjaga ukuran daun dan pertumbuhan stabil. Ketersediaan besi mendukung pembentukan warna jingga–merah pada pucuk. Ketidakseimbangan nutrisi sering terlihat dari pucuk mengecil atau warna kusam.
Parameter Air
pH ideal 5,5–7,0 dengan stabilitas lebih penting daripada angka spesifik.
Kesadahan rendah–sedang (GH 2–8 dGH; KH 0–4 dKH) mendukung penyerapan nutrisi optimal. Air terlalu keras dapat memperlambat performa warna.
Suhu optimal berada pada 22–28 °C. Pada suhu tinggi mendekati 30 °C, metabolisme meningkat namun margin stabilitas sistem menurun.
Substrat
Dapat tumbuh di substrat inert maupun aktif. Substrat kaya nutrisi membantu adaptasi awal dan mempercepat pembentukan akar.
Karena termasuk stem plant, sebagian besar nutrisi tetap diserap melalui kolom air.
Perbanyakan
Perbanyakan dilakukan dengan stek batang. Potong pucuk sehat sepanjang 5–10 cm dan tanam kembali dengan jarak cukup agar cahaya dapat menjangkau bagian bawah rumpun.
Pemangkasan berkala penting untuk mempertahankan bentuk kompak dan mencegah bagian bawah kehilangan daun akibat kurang cahaya.
Kesimpulan
Rotala sp. ‘Ceylon’ adalah tanaman aquascape batang dengan karakter warna hijau hingga jingga kemerahan yang relatif stabil dan tidak terlalu ekstrem. Cocok untuk midground hingga background sebagai transisi warna alami dalam layout.
Dengan kebutuhan cahaya medium–high dan CO₂ kategori medium, tanaman ini dapat dibudidayakan di sistem low tech yang terang maupun sistem high tech yang stabil. Nilai estetika utamanya terletak pada tekstur halus, respons trimming yang baik, serta kemampuan membentuk massa tanaman padat yang proporsional.



