Rotala rotundifolia H’ra

Rotala rotundifolia H’ra

KarakteristikDetail
GenusRotala
SpesiesRotala rotundifolia
KeluargaLythraceae
AsalAsia Tenggara
Nama UmumRotala H’ra
Kebutuhan CahayaMedium–high (±80–150 µmol m⁻² s⁻¹ / PAR)
Suhu Optimal22–28 °C
Laju PertumbuhanCepat
Area PenanamanMidground – background
Tinggi Tanaman20–50 cm
pH Ideal5,5–7,0
Kesadahan AirGH 2–10 dGH; KH 0–6 dKH
Kebutuhan CO₂Medium–high
Cara PerbanyakanStek batang

Informasi Tambahan

Rotala rotundifolia H’ra merupakan varietas seleksi dari Rotala rotundifolia yang dikenal karena warna merah-oranye lebih intens dibanding bentuk hijau standar. Nama H’ra merujuk pada lokasi di Vietnam tempat varietas ini pertama kali dipopulerkan dalam komunitas aquascape.

Secara morfologi, batangnya ramping dengan daun kecil berbentuk oval hingga lanset sempit. Pada kondisi cahaya tinggi dan karbon stabil, pucuk menampilkan warna merah terang hingga oranye menyala. Internode cenderung lebih rapat dibanding R. rotundifolia biasa saat mendapatkan cahaya memadai.

Dalam aquascape, Rotala H’ra digunakan sebagai aksen warna di area midground hingga background. Tanaman ini efektif menciptakan kontras terhadap tanaman hijau dan membentuk gradasi warna dalam layout bergaya nature maupun dutch style.

Habitat alami Rotala rotundifolia berada di tepian sungai, sawah tergenang, dan rawa dangkal dengan fluktuasi muka air, umumnya pada air lunak hingga sedikit asam.

Kebutuhan dan Perawatan

Karakter Pertumbuhan

Sebagai stem plant, Rotala H’ra tumbuh vertikal dengan laju cepat. Setelah dipangkas, tunas lateral muncul dari ruas batang dan membentuk rumpun padat.

Tanpa trimming rutin, batang tumbuh tinggi dengan bagian bawah kehilangan daun akibat kurang cahaya. Pemangkasan berkala menjaga densitas dan proporsi dalam layout aquascape.

Cahaya

Kategori: medium–high

Rentang optimal berada pada ±80–150 µmol m⁻² s⁻¹ (PAR).

Pada kisaran ±80–100 µmol m⁻² s⁻¹, warna mulai berubah dari hijau menjadi jingga kemerahan. Di atas ±110–120 µmol m⁻² s⁻¹ dengan nutrisi dan CO₂ stabil, warna merah menjadi lebih intens dan internode lebih pendek.

Di bawah ±70 µmol m⁻² s⁻¹, tanaman tetap tumbuh tetapi dominan hijau dan cenderung memanjang.

CO₂ dan Karbon

Kategori: medium–high

Tanpa injeksi CO₂, Rotala H’ra masih dapat bertahan, namun warna merah tidak maksimal dan pertumbuhan kurang kompak.

Pada sistem high tech dengan CO₂ stabil (±20–30 ppm), pertumbuhan cepat, percabangan aktif, dan warna lebih konsisten. Fluktuasi karbon sering menyebabkan pucuk mengecil atau pertumbuhan tidak stabil.

Nutrisi

Sebagai tanaman batang cepat tumbuh, kebutuhan makronutrien relatif tinggi. Nitrat yang cukup menjaga ukuran daun dan stabilitas pertumbuhan.

Mikronutrien, terutama besi, berperan dalam pembentukan warna merah. Ketidakseimbangan nutrisi sering terlihat dari pucuk pucat atau pertumbuhan terhambat.

Parameter Air

pH ideal 5,5–7,0 dengan stabilitas sebagai faktor utama.

Kesadahan rendah–sedang (GH 2–10 dGH; KH 0–6 dKH) masih dapat ditoleransi dengan baik. Air yang terlalu keras dapat mengurangi performa warna.

Suhu optimal berada pada 22–28 °C. Suhu mendekati 30 °C meningkatkan metabolisme namun mempersempit margin stabilitas sistem.

Substrat

Dapat tumbuh pada substrat inert maupun aktif. Substrat kaya nutrisi membantu fase awal adaptasi dan pembentukan akar lebih kuat.

Sebagian besar nutrisi tetap diserap melalui kolom air sehingga kestabilan pemupukan cair penting untuk menjaga performa.

Perbanyakan

Perbanyakan dilakukan melalui stek batang. Potong pucuk sehat sepanjang 5–10 cm dan tanam kembali ke substrat.

Pemangkasan rutin merangsang percabangan lateral yang lebih banyak dan membentuk massa tanaman padat sesuai kebutuhan desain aquascape.

Kesimpulan

Rotala rotundifolia H’ra adalah tanaman aquascape batang berwarna dengan pertumbuhan cepat dan respons trimming sangat baik. Cocok untuk midground hingga background sebagai aksen merah-oranye yang kontras.

Dengan kebutuhan cahaya medium–high dan CO₂ medium–high, tanaman ini menunjukkan performa optimal pada sistem high tech, namun tetap adaptif pada sistem low tech dengan pencahayaan cukup. Nilai estetika utamanya terletak pada warna intens, tekstur halus, dan kemudahan pembentukan massa tanaman yang rapi serta proporsional.

Scroll to Top