Daftar Isi Show
| Karakteristik | Detail |
|---|---|
| Genus | Rotala |
| Spesies | Rotala sp. ‘Myanmar’ (spesies belum dideskripsikan secara formal) |
| Keluarga | Lythraceae |
| Asal | Asia Tenggara (Myanmar; varian introduksi hobi aquascape) |
| Nama Umum | Rotala Myanmar |
| Kebutuhan Cahaya | High hingga very high (±120–300 µmol m⁻² s⁻¹ / PAR) |
| Suhu Optimal | 22–28 °C |
| Laju Pertumbuhan | Sedang–cepat |
| Area Penanaman | Midground–background |
| Tinggi Tanaman | ±20–40 cm (dalam akuarium) |
| pH Ideal | 5,0–7,0 |
| Kesadahan Air | GH 1–8 dGH; KH 0–4 dKH |
| Kebutuhan CO₂ | High |
| Cara Perbanyakan | Stek batang dan replanting pucuk |
Informasi Tambahan
Rotala sp. ‘Myanmar’ merupakan tanaman stem plant berwarna merah intens yang dikenal di komunitas aquascape sebagai varietas dengan respons warna sangat kuat terhadap cahaya dan karbon. Spesies ini belum memiliki deskripsi taksonomi formal, sehingga dalam literatur hobi ditandai sebagai Rotala sp. dengan penamaan kultivar berdasarkan lokasi asal.
Secara morfologi, tanaman ini memiliki batang ramping dengan daun sempit hingga lanceolate yang tersusun berhadapan. Pada kondisi intensitas cahaya tinggi, daun menunjukkan warna merah hingga merah ungu dengan internode pendek dan percabangan rapat, membentuk semak padat.
Dalam aquascape, Rotala sp. ‘Myanmar’ digunakan sebagai elemen midground hingga background untuk menciptakan aksen warna merah intens dan tekstur halus. Karakter pertumbuhan yang responsif membuatnya cocok sebagai indikator stabilitas sistem high-tech, karena perubahan parameter lingkungan langsung tercermin pada warna dan struktur tanaman.
Penjelasan Istilah “sp.” pada Rotala sp. ‘Myanmar’
Dalam nomenklatur botani, singkatan “sp.” (species) digunakan untuk menyebut organisme yang diketahui termasuk dalam suatu genus tertentu, tetapi belum ditentukan atau belum dipublikasikan secara resmi sebagai spesies ilmiah yang sah.
Pada Rotala sp. ‘Myanmar’, istilah “sp.” menunjukkan bahwa:
- Tanaman tersebut diidentifikasi sebagai anggota genus Rotala
- Identitas spesies belum dikonfirmasi secara taksonomi formal
- Nama ‘Myanmar’ digunakan sebagai penanda geografis koleksi atau trade name dalam komunitas aquascape
Dengan demikian, Rotala sp. ‘Myanmar’ bukan nama ilmiah yang valid menurut International Code of Nomenclature (ICN), melainkan label praktis yang digunakan dalam perdagangan tanaman dan komunitas aquascape.
Sebagai perbandingan, deskripsi ilmiah baru yang telah dipublikasikan secara formal adalah Rotala myanmarensis sp. nov., yang dideskripsikan sebagai spesies baru dari Myanmar dalam jurnal botani internasional.
Namun, hingga saat ini Rotala sp. ‘Myanmar’ dalam hobi aquascape tidak dapat dipastikan identik dengan Rotala myanmarensis tanpa analisis taksonomi lanjutan.
Kebutuhan dan Perawatan
Karakter Pertumbuhan
Rotala sp. ‘Myanmar’ tumbuh secara vertikal sebagai stem plant dengan percabangan lateral yang aktif setelah pemangkasan. Pemotongan pucuk merangsang pembentukan cabang samping, sehingga tanaman membentuk semak padat dengan densitas tinggi.
Respons terhadap cahaya dan karbon sangat kuat. Pada kondisi optimal, internode pendek dan daun rapat dengan warna merah intens. Pada kondisi suboptimal, batang memanjang, daun jarang, dan warna merah memudar ke hijau kemerahan atau oranye pucat.
Cahaya
Kategori kebutuhan cahaya berada pada high hingga very high light dengan estimasi intensitas ±120–300 µmol m⁻² s⁻¹ (PAR). Pada high light, tanaman menunjukkan warna merah kuat dan struktur semak yang padat. Pada very high light, densitas meningkat dengan internode sangat pendek dan warna merah lebih gelap.
Pada intensitas medium light, tanaman tetap tumbuh, tetapi warna merah tidak maksimal dan cenderung bergeser ke merah muda atau hijau kemerahan, dengan internode lebih panjang.
CO₂ dan Karbon
Tanaman ini memerlukan injeksi CO₂ stabil untuk mencapai performa visual optimal. Pada sistem tanpa injeksi CO₂, tanaman masih bertahan, tetapi warna merah intens dan densitas semak sulit dicapai.
Dalam sistem high tech dengan kontrol CO₂ konsisten, Rotala sp. ‘Myanmar’ menunjukkan pertumbuhan cepat dan warna yang stabil, menjadikannya salah satu tanaman indikator kualitas karbon dan stabilitas ekosistem.
Nutrisi
Kebutuhan nutrisi mencakup makronutrien dan mikronutrien yang seimbang. Konsentrasi nitrogen yang terlalu tinggi dapat menurunkan intensitas warna merah, sementara kekurangan mikronutrien dapat menyebabkan pertumbuhan terhambat dan deformasi daun.
Stabilitas suplai nutrisi menjadi faktor penting karena tanaman ini memiliki laju metabolisme tinggi pada intensitas cahaya besar. Fluktuasi nutrisi sering tercermin pada perubahan warna dan densitas semak.
Parameter Air
pH ideal berada pada kisaran sedikit asam hingga netral (±5,0–7,0) dengan kesadahan rendah hingga sedang (GH 1–8 dGH; KH 0–4 dKH). Suhu optimal berkisar antara 22–28 °C.
Stabilitas parameter air sangat penting untuk menjaga warna dan struktur pertumbuhan. Fluktuasi kesadahan dan pH dapat memicu perubahan morfologi daun dan menurunkan intensitas warna merah.
Substrat
Substrat granular halus dengan kandungan nutrisi moderat mendukung perkembangan sistem akar adventif pada node batang. Substrat yang stabil membantu menjaga batang tetap tegak dan mendukung pembentukan semak yang padat.
Ketebalan substrat yang memadai memudahkan replanting pucuk setelah pemangkasan dan menjaga stabilitas layout dalam jangka panjang.
Perbanyakan
Perbanyakan dilakukan melalui stek batang dengan memotong pucuk sehat dan menanam kembali ke substrat. Metode ini umum digunakan dalam aquascape untuk mempertahankan densitas semak dan memperbaharui bagian tanaman yang menua.
Kesimpulan
Rotala sp. ‘Myanmar’ merupakan tanaman aquascape stem plant berwarna merah intens dengan respons kuat terhadap cahaya dan karbon. Tanaman ini paling sesuai untuk sistem high tech dengan intensitas cahaya tinggi hingga sangat tinggi, injeksi CO₂ stabil, dan parameter air rendah kesadahan yang konsisten.
Dalam layout aquascape, Rotala sp. ‘Myanmar’ berfungsi sebagai elemen midground hingga background untuk menciptakan kontras warna merah yang kuat, meningkatkan kedalaman visual, dan menambah dinamika warna dalam komposisi tanaman hijau dominan.



